Terumbu Karang
Sedang - Sangat baik

Terumbu Karang

Deskripsi Ekosistem

Executive Summary: Terumbu Karang

Ekosistem terumbu karang di kawasan konservasi Sulawesi Utara memiliki kondisi yang cukup baik hingga sangat baik. Terumbu karang tersebar di wilayah pesisir pulau kecil, perairan dangkal, dan daerah yang memiliki arus laut stabil. Fungsi utama terumbu karang meliputi habitat ikan karang, pelindung pantai alami, serta daya tarik utama wisata bahari.

Di KKD Minahasa Utara, tutupan karang keras mengalami peningkatan dari 42,78% pada tahun 2016 menjadi 43,03% pada tahun 2019. Sebagian besar lokasi pengamatan berada pada kategori sedang hingga baik. Kawasan ini menjadi habitat berbagai ikan ekonomis penting seperti kerapu, kakap, dan baronang.

Di KKD Sitaro, kondisi terumbu karang menunjukkan peningkatan signifikan dari 47,78% pada tahun 2017 menjadi 57,17% pada tahun 2019. Sebanyak tujuh lokasi mengalami peningkatan tutupan karang, terutama di wilayah Pasingge. Keanekaragaman ikan karang juga sangat tinggi dengan tercatat 309 spesies dari 33 famili.

Sementara itu, KKD Tatoareng memiliki kondisi terumbu karang terbaik di antara kawasan lainnya. Sebanyak 17% lokasi pengamatan berada pada kategori sangat baik dan 50% dalam kondisi baik. Kawasan ini juga masih menjadi habitat spesies penting seperti ikan Napoleon dan hiu sirip hitam.

Data Pendukung

Estimasi Luasan 229.871,70 Ha
Sebaran Lokasi Utama Tersebar di wilayah pesisir pulau kecil, perairan dangkal, dan kawasan laut terbuka di Minahasa Utara, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Tatoareng. Umumnya berada pada zona reef slope, reef flat, dan sekitar pulau-pulau kecil.